Kolaborasi Samsung untuk Kembangkan Aplikasi Bisnis

Makin banyak perusahaan yang memanfaatkan smartphone dan tabled PC sebagai perangkat kerja. Aplikasi penunjang bisnis yang relevan pun dibutuhkan, Pengembang aplikasi local bisa menjadikannya sebagai peluang.

S
amsung Indonesia mengajak developer dan pelaku bisnis di Indonesia, bersama-sama mengembangkan dan memaksimalkan potensi teknologi yang dimiliki oleh handset smartphone dan tablet PC Samsung. Melalui seminar Samsung Beyond, New Opportunities, yang berlangsung di Jakarta 22 November 2011, Samsung berharap lebih banyak lagi aplikasi yang dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan bisnis.

Managing Director PT. Samsung Electronics Indonesia, Yoo Young Kim dalam pidato sambutannya menegaskan bahwa saat ini fungsi smartphone bukan saja untuk kebutuhan komunikasi. “Kita bisa memiliki berbagai macam aplikasi dalam smartphone, yang mempermudah sehari-hari,” ujarnya. Yoo Young Kim juga berharap dari seminar ini, peserta dapat memahami solusi koporat Samsung, kemudian berbagi dengan sesama sehingga muncul ide-ide kreatif untuk mengembangkan aplikasi. Tentunya dengan semakin banyak aplikasi penunjang kelancaran bisnis ini, akan menguntungkan bagi pengguna smartphone dan tabled PC Samsung.


Makin diminati
Penjualan perangkat handset mobile memang meningkat tajam selama tiga tahun terakhir. Di Indonesia, menurut data yang dirilis oleh GfK, pangsa pasar smartphone di tahun 2009 masih kurang dari 5%, namun pada 2010 meningkat lebih dari 12%. Dan hingga April 2011, melonjak hampir dua kali lipat sebesar 22%. Dari sejumlah handset yang terjual tersebut, sistem operasi Android memiliki porsi 30%, sekaligus menjadi sistem operasi dengan pertumbuhan tercepat. Sementara, untuk pasar tablet PC, dari Januari hingga September 2011, dari data yang dirilis oleh GFK menunjukkan pertumbuhan penjualan fantastis hingga 450%.

Alven Descnecmen, Head of Product Marketing and Business Development Samsung Mobile mengatakan, “Kalangan bisnis menunjukkan minat yang tinggi pada tablet PC dan smartphone. Mereka mulai mempertimbangkannya sebagai sarana sebagai penunjang bisnis.” Inilah yang melatarbelakangi komitmen Samsung untuk memberikan sosulusi bisnis melalui produk smartphone dan tablet PC-nya.

Sementara Han Sook Kwon, Samsung Regional B2B Chandra Herawan Senior Manager Collaboration Business Cisco System menambahkan, bahwa semenjak diluncurkannya Galaxy Tab, Samsung telah bekerjasama dengan banyak perusahaan besar dan membentuk Samsung Enterprise Alliance  Program yang dibuat untuk partner ISV (Independent Software Vendors)  dan SI (Sistems Integrator) untuk menciptakan model profit baru melalui mobile business solution.


Kesulitan developer
Samsung memiliki toko aplikasi online Samsung Apps. Saat ini ada sekitar 5000 aplikasi yang bisa diunduh, dan sebagian besar gratis. Menurut Director Samsung Mobile, Budi Janto, kandungan aplikasi yang dibuat oleh pengembang lokal memang masih sedikit, “saat ini baru sekitar lima puluhan aplikasi, kita mengharapkan akan lebih banyak lagi.”
Diakui oleh para developer sendiri, saat ini mereka memiliki kesulitan untuk memasarkan aplikasi buatannya ke Market Apps Android karena nama Indonesia belum terdaftar dalam Google Checkout. Menanggapi hal ini, Budi Janto  Director Samsung Mobile Business mengatakan bahwa Samsung Apps mungkin bisa dijadikan alternative untuk bekerjasama dalam memasarkan. “Kerjasamanya nanti bisa berupa profit sharing atau download langsung bayar,” ujarnya.


Aplikasi yang kreatif
Beberapa aplikasi yang dipresentasikan dalam ajang Samsung Beyound ini diantaranya adalah solusi dari Cisco yang menyatukan arsitektur mobile. Dalam presentasinya, Candra Herawan, Senior Manager Collaboration Business Cisco System menjelaskan, kebutuhan kita untuk selalu terhubung kadang terhambat oleh mobilitas dan lokasi dimana kita berada. Karena itu, solusi dari Cisco ini ditawarkan agar pengguna bisa menjawap panggilan telpon nomor kantor dari handset mobile, dimana pun kita berada.

Sementara Seatech Infosys dalam presentasinya oleh Willyanto Tjatur, Senior Manager Seatech Infosys, memperkenalkan aplikasi yang berguna untuk mengurangi keruwetan pekerjaan akibat banyaknya formulir. Dengan aplikasi tersebut, pengarsipan lebih terorganisir dan bisa diakses siapa saja dimana saja melalui handset mobile-nya. Seatech Infosys juga bekerjasama dengan penyedia layanan transportasi untuk mengembangkan aplikasi pemesanan taksi.


Ide-ide kreatif inilah yang diharapkan Samsung muncul dari seminar hari ini, semua demi mempermudah kegiatan bisnis,. Selain itu, developer juga diharapkan mampu memanfaatkan peluang yang ditawarkan Samsung untuk memasarkan aplikasinya melalui Samsung Apps.
INFO: www.samsung.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar