Cyber Attack Menjadi Ancaman Paling Utama

Selama dua tahun berturut-turut, divisi TI di berbagai perusahaan menganggap bahwa keamanan menjadi resiko bisnis paling utama. Inilah hasil dari survei yang dilakukan Symantec dalam State of Secutity Survey 2011. Hasil ini diumumkan oleh Raymond Goh, Regional Tecnhnical Director System Engineering Symantec di Inonesia tanggal 27 Oktober 2011 lalu.

Survei ini mengungkap beberapa temuan penting. Diantaranya adalah, lebih dua petiga (69%) perusahaan merasakan adanya serangan dalam 12 bulan terakhir. 15 persen diantaranya mengetahui frekuensi serangan tersebut. Sayangnya, 99 persen perusahaan mengalami kerugian cukup besar akibat serangan cyber di tahun 2011. Dalam 12 bulan terakhir setidaknya kerugian telah mencapai US$ 290.000. Serangan cyber memang terus meningkat. Bahkan menurut Raymond, serangan bisa dilakukan dari dalam perusahaan sendiri. "Serangan Cyber menjadi ancaman utama di dunia bisnis. Dampaknya bisa sangat besar", ujar Raymond Goh. "Oleh karena itu, karyawan sendiri harus mengetahui jenis data yang ada tingkat bahayanya", tambahnya.

Dari hasil survey, diperlukan usaha yang serius dari perusahan untuk menangkal serangan tersebut. Symantec sendiri merekomendasikan beberapa langkah penanggulangan cyber. Langkah-langkah tersebut adalah mengembangkan (development) IT Policies, memproteksi semua informasi yang ada, memproteksi semua identitas yang ada, mengatur sistem dengan lebih cermat, dan memproteksi infrastruktur. Dengan solusi ini diharapkan perusahaan dapat menjaga datanya dengan lebih cermat.
INFO: www.symantec.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar